Picbear logo Browse Instagram content with Picbear

#jokosusilo

Posts tagged as #jokosusilo on Instagram

757 Posts

#gethuk Sebut #bhayangkarafc Saingan Terberat . . #jokosusilo menyebut Bhayangkara FC sebagai saingan terberat untuk lolos dari babak penyisihan Grup E Piala Presiden 2018. Namun, pelatih Arema FC itu ogah meremehkan dua klub kontestan Grup E lainnya, Persela Lamongan dan PSIS Semarang. . Sebagai pelatih, Gethuk, sapaan akrabnya, sudah melakukan observasi dan analisa terhadap kekuatan dan kelemahan lawan. Hal itu tentunya akan membantunya dalam menyiapkan tim sebelum menghadapi laga perdana Grup E melawan Persela, Sabtu (20/1/2018), pukul 19.30 WIB. . "Saya meilhat pertandingan terakhir Persela saat beruji coba, mereka dihuni banyak pemain muda, mereka potensial dan memiliki tenaga, ini karakteristik Aji Santoso, dia pelatih yang suka dengan cara bermain seperti itu," ungkap Gethuk. . Untuk Bhayangkara FC, Gethuk menilai mereka tim juara kompetisi musim lalu, yang meski ada pemain yang keluar, tapi pemain yang masuk seperti Herman Dzumafo dan Marinus Wanewar juga tidak bisa disepelekan. Sementara PSIS, Gethuk menyebut mereka bakal tampil dengan tim yang berbeda dengan yang pernah dua kali dikalahkan Arema dalam laga uji coba. . "Di atas kertas, semua pasti melihat lawan terberat adalah Bhayangkara FC, tapi ini kan beda kompetisinya, semua baru lagi, tidak ada tim yang bisa kita kecilkan, Bhayangkara FC yang akan kita hadapi bukan Bhayangkara FC yang kemarin, begitu pula Persela dan PSIS," tegasnya. SALAM SATU JIWA
AREMA SIAPKAN STRATEGI KHUSUS DI PIALA PRESIDEN 2018  Arema FC sudah melewati tiga uji coba yang seluruhnya berujung kemenangan. Dua kali melawan PSIS Semarang dan sekali saat menjamu Barito Putera. Namun, rangkaian uji coba itu ternyata belum cukup untuk memuaskan tim pelatih.  Pasalnya, kekompakan tim masih belum berjalan mulus. Selain itu, tim Singo Edan ingin menyiapkan strategi khusus untuk Piala Presiden 2018. "Kami akan perbaiki tim dalam internal game melawan tim dari Akademi Arema karena kami harus merahasiakan strategi untuk Piala Presiden," kata Joko 'Getuk' Susilo, pelatih Arema.  Internal game itu akan digelar pada Selasa sore (16/1/2018) ini di #LapanganDirgantara, Kabupaten Malang. Arema sengaja merahasiakan taktik untuk Piala Presiden agar tidak diketahui calon lawan lantaran internal game ini tidak ditayangkan lewat live streaming seperti tiga uji coba sebelumnya. . . "Setiap lawan pasti akan memantau Arema. Begitu juga sebaliknya. Jadi sekarang kami ingin matangkan skema dalam internal game," lanjut pelatih asal Cepu ini.  Yang jelas, dalam gambaran tiga kali uji coba, Arema tampil mengandalkan kecepatan pemain. Musim ini banyak pemain bertipikal pelari yang didatangkan seperti Ridwal Tawainella, Ricky Ohorella, Agil Munawar, Rivaldi Bawuo, dan beberapa nama lainnya.  Kebetulan pada pertandingan pertama Piala Presiden 2018, Singo Edan langsung berjumpa dengan sesama tim dari Jawa Timur, Persela Lamongan. Pertemuan ini memiliki gengsi tersendiri karena Persela dilatih mantan arsitek Arema, Aji Santoso.  Kedua pelatih juga sempat bekerja sama pada awal musim lalu sehingga mereka sudah saling memahami karakter masing-masing. Itulah mengapa #Getuk seakan ingin memberikan kejutan sehingga Persela tidak bisa membaca karakter baru Arema.  Perihal komposisi pemain yang didaftarkan untuk Piala Presiden, pelatih 47 tahun ini juga masih berteka-teki. "Bisa saja ada tambahan. Bisa tidak," jawab Getuk.  Lanjut dikomentar 👇
Come On LION😘🦁 #repost from @newsarema with @regram.app ... AREMA SIAPKAN STRATEGI KHUSUS DI PIALA PRESIDEN 2018  Arema FC sudah melewati tiga uji coba yang seluruhnya berujung kemenangan. Dua kali melawan PSIS Semarang dan sekali saat menjamu Barito Putera. Namun, rangkaian uji coba itu ternyata belum cukup untuk memuaskan tim pelatih.  Pasalnya, kekompakan tim masih belum berjalan mulus. Selain itu, tim Singo Edan ingin menyiapkan strategi khusus untuk Piala Presiden 2018. "Kami akan perbaiki tim dalam internal game melawan tim dari Akademi Arema karena kami harus merahasiakan strategi untuk Piala Presiden," kata Joko 'Getuk' Susilo, pelatih Arema.  Internal game itu akan digelar pada Selasa sore (16/1/2018) ini di #lapangandirgantara, Kabupaten Malang. Arema sengaja merahasiakan taktik untuk Piala Presiden agar tidak diketahui calon lawan lantaran internal game ini tidak ditayangkan lewat live streaming seperti tiga uji coba sebelumnya. . . "Setiap lawan pasti akan memantau Arema. Begitu juga sebaliknya. Jadi sekarang kami ingin matangkan skema dalam internal game," lanjut pelatih asal Cepu ini.  Yang jelas, dalam gambaran tiga kali uji coba, Arema tampil mengandalkan kecepatan pemain. Musim ini banyak pemain bertipikal pelari yang didatangkan seperti Ridwal Tawainella, Ricky Ohorella, Agil Munawar, Rivaldi Bawuo, dan beberapa nama lainnya.  Kebetulan pada pertandingan pertama Piala Presiden 2018, Singo Edan langsung berjumpa dengan sesama tim dari Jawa Timur, Persela Lamongan. Pertemuan ini memiliki gengsi tersendiri karena Persela dilatih mantan arsitek Arema, Aji Santoso.  Kedua pelatih juga sempat bekerja sama pada awal musim lalu sehingga mereka sudah saling memahami karakter masing-masing. Itulah mengapa #getuk seakan ingin memberikan kejutan sehingga Persela tidak bisa membaca karakter baru Arema.  Perihal komposisi pemain yang didaftarkan untuk Piala Presiden, pelatih 47 tahun ini juga masih berteka-teki. "Bisa saja ada tambahan. Bisa tidak,"
AREMA SIAPKAN STRATEGI KHUSUS DI PIALA PRESIDEN 2018  Arema FC sudah melewati tiga uji coba yang seluruhnya berujung kemenangan. Dua kali melawan PSIS Semarang dan sekali saat menjamu Barito Putera. Namun, rangkaian uji coba itu ternyata belum cukup untuk memuaskan tim pelatih.  Pasalnya, kekompakan tim masih belum berjalan mulus. Selain itu, tim Singo Edan ingin menyiapkan strategi khusus untuk Piala Presiden 2018. "Kami akan perbaiki tim dalam internal game melawan tim dari Akademi Arema karena kami harus merahasiakan strategi untuk Piala Presiden," kata Joko 'Getuk' Susilo, pelatih Arema.  Internal game itu akan digelar pada Selasa sore (16/1/2018) ini di #lapangandirgantara, Kabupaten Malang. Arema sengaja merahasiakan taktik untuk Piala Presiden agar tidak diketahui calon lawan lantaran internal game ini tidak ditayangkan lewat live streaming seperti tiga uji coba sebelumnya. . . "Setiap lawan pasti akan memantau Arema. Begitu juga sebaliknya. Jadi sekarang kami ingin matangkan skema dalam internal game," lanjut pelatih asal Cepu ini.  Yang jelas, dalam gambaran tiga kali uji coba, Arema tampil mengandalkan kecepatan pemain. Musim ini banyak pemain bertipikal pelari yang didatangkan seperti Ridwal Tawainella, Ricky Ohorella, Agil Munawar, Rivaldi Bawuo, dan beberapa nama lainnya.  Kebetulan pada pertandingan pertama Piala Presiden 2018, Singo Edan langsung berjumpa dengan sesama tim dari Jawa Timur, Persela Lamongan. Pertemuan ini memiliki gengsi tersendiri karena Persela dilatih mantan arsitek Arema, Aji Santoso.  Kedua pelatih juga sempat bekerja sama pada awal musim lalu sehingga mereka sudah saling memahami karakter masing-masing. Itulah mengapa #getuk seakan ingin memberikan kejutan sehingga Persela tidak bisa membaca karakter baru Arema.  Perihal komposisi pemain yang didaftarkan untuk Piala Presiden, pelatih 47 tahun ini juga masih berteka-teki. "Bisa saja ada tambahan. Bisa tidak," jawab Getuk.  #arema #aremafc #singoedan #aremania #aremanita
AREMA SIAPKAN STRATEGI KHUSUS DI PIALA PRESIDEN 2018  Arema FC sudah melewati tiga uji coba yang seluruhnya berujung kemenangan. Dua kali melawan PSIS Semarang dan sekali saat menjamu Barito Putera. Namun, rangkaian uji coba itu ternyata belum cukup untuk memuaskan tim pelatih.  Pasalnya, kekompakan tim masih belum berjalan mulus. Selain itu, tim Singo Edan ingin menyiapkan strategi khusus untuk Piala Presiden 2018. "Kami akan perbaiki tim dalam internal game melawan tim dari Akademi Arema karena kami harus merahasiakan strategi untuk Piala Presiden," kata Joko 'Getuk' Susilo, pelatih Arema.  Internal game itu akan digelar pada Selasa sore (16/1/2018) ini di #lapangandirgantara, Kabupaten Malang. Arema sengaja merahasiakan taktik untuk Piala Presiden agar tidak diketahui calon lawan lantaran internal game ini tidak ditayangkan lewat live streaming seperti tiga uji coba sebelumnya. . . "Setiap lawan pasti akan memantau Arema. Begitu juga sebaliknya. Jadi sekarang kami ingin matangkan skema dalam internal game," lanjut pelatih asal Cepu ini.  Yang jelas, dalam gambaran tiga kali uji coba, Arema tampil mengandalkan kecepatan pemain. Musim ini banyak pemain bertipikal pelari yang didatangkan seperti Ridwal Tawainella, Ricky Ohorella, Agil Munawar, Rivaldi Bawuo, dan beberapa nama lainnya.  Kebetulan pada pertandingan pertama Piala Presiden 2018, Singo Edan langsung berjumpa dengan sesama tim dari Jawa Timur, Persela Lamongan. Pertemuan ini memiliki gengsi tersendiri karena Persela dilatih mantan arsitek Arema, Aji Santoso.  Kedua pelatih juga sempat bekerja sama pada awal musim lalu sehingga mereka sudah saling memahami karakter masing-masing. Itulah mengapa #getuk seakan ingin memberikan kejutan sehingga Persela tidak bisa membaca karakter baru Arema.  Perihal komposisi pemain yang didaftarkan untuk Piala Presiden, pelatih 47 tahun ini juga masih berteka-teki. "Bisa saja ada tambahan. Bisa tidak," jawab Getuk.  Lanjut dikomentar 👇  #arema #aremafc #singoedan
AREMA SIAPKAN STRATEGI KHUSUS DI PIALA PRESIDEN 2018  Arema FC sudah melewati tiga uji coba yang seluruhnya berujung kemenangan. Dua kali melawan PSIS Semarang dan sekali saat menjamu Barito Putera. Namun, rangkaian uji coba itu ternyata belum cukup untuk memuaskan tim pelatih.  Pasalnya, kekompakan tim masih belum berjalan mulus. Selain itu, tim Singo Edan ingin menyiapkan strategi khusus untuk Piala Presiden 2018. "Kami akan perbaiki tim dalam internal game melawan tim dari Akademi Arema karena kami harus merahasiakan strategi untuk Piala Presiden," kata Joko 'Getuk' Susilo, pelatih Arema.  Internal game itu akan digelar pada Selasa sore (16/1/2018) ini di #lapangandirgantara, Kabupaten Malang. Arema sengaja merahasiakan taktik untuk Piala Presiden agar tidak diketahui calon lawan lantaran internal game ini tidak ditayangkan lewat live streaming seperti tiga uji coba sebelumnya. . . "Setiap lawan pasti akan memantau Arema. Begitu juga sebaliknya. Jadi sekarang kami ingin matangkan skema dalam internal game," lanjut pelatih asal Cepu ini.  Yang jelas, dalam gambaran tiga kali uji coba, Arema tampil mengandalkan kecepatan pemain. Musim ini banyak pemain bertipikal pelari yang didatangkan seperti Ridwal Tawainella, Ricky Ohorella, Agil Munawar, Rivaldi Bawuo, dan beberapa nama lainnya.  Kebetulan pada pertandingan pertama Piala Presiden 2018, Singo Edan langsung berjumpa dengan sesama tim dari Jawa Timur, Persela Lamongan. Pertemuan ini memiliki gengsi tersendiri karena Persela dilatih mantan arsitek Arema, Aji Santoso.  Kedua pelatih juga sempat bekerja sama pada awal musim lalu sehingga mereka sudah saling memahami karakter masing-masing. Itulah mengapa #getuk seakan ingin memberikan kejutan sehingga Persela tidak bisa membaca karakter baru Arema.  Perihal komposisi pemain yang didaftarkan untuk Piala Presiden, pelatih 47 tahun ini juga masih berteka-teki. "Bisa saja ada tambahan. Bisa tidak," jawab Getuk.  Lanjut dikomentar 👇  #arema #aremafc #singoedan
Usia muda tak menjadi halangan bagi Muhammad Rafli untuk berkreasi. Pemain jebolan ASIFA tersebut mampu mencetak gol setelah beberapa detik memasuki lapangan hijau ketika Arema mengalahkan Barito Putera 2-0 di Stadion Gajayana, Minggu (14/1/2018). Bermain sebagai gelandang, Muhammad Rafli mampu bermain tenang bak seorang pemain tengah berpengalaman. Memang skill dan ketenangan yang dimiliki membuat Rafli cukup bagus pada pertandingan melawan Barito Putera itu.  Rafli yang mengenakan nomor punggung 30 masuk pada menit 72 akhir menggantikan Rodrigo Ost Dos Santos . Baru beberapa detik di lapangan, dia sukses membobol gawang Barito Putera pada menit 73.  Berawal dari serangan balik cepat, Dedik Setiawan memberikan umpan silang yang ampaknya tujuan utama adalah Rivaldi Bawuo yang menjadi target man. Tetapi bola terlalu jauh dan ada Rafli yang dengan cekatan melakukan tendangan setengah voli untuk menjadi gol.  Untuk selengkapnya silahkan baca di www.malangtimes.com (15-01-2018)  Pewarta : Hendra Saputra  #aremania @aremafans @real_aremania @aremafcofficial @quotesarema  @aremadesign #arema @aremaniaklaten @aremaniadocumentary @aremaniapekanbaru  @aremaniacirebon @aremania.id @aremania_tenggarong @aremaniaTRG  @aremania0541 @aremaniamakassar @aremania_banjarmasin_official #aremafc #beritaarema #singoedan #aremania #ujiciba #aremavsbarito #sponsoraremafc #stadionkanjuruhan #stadiongajayana #jokosusilo #muhammadrafli #golaremafc  #pialapresiden #hendrasaputra #malangtimes #malangtimesolahraga #jatimtimes
Dua agenda uji coba yang dilakoni Arema FC tampaknya membawa perubahan. Peningkatan pada permainan sangat terlihat saat melawan Barito Putera kemarin sore. Sisi kerja sama dan kolektifvitas tim juga ditunjukkan Dendi Santoso dan kawan-kawan.  Beda ketika Arema FC menghadapi PSIS Semarang. Walau menguasai jalannya pertandingan, Singo Edan terlihat seperti hanya memburu gol. Alhasil, permainan yang seharusnya enak ditonton menjadi monoton.  Menghadapi Barito Putera yang levelnya setara, Arema FC begitu kesulitan menembus pertahanan di babak pertama. Kreativitas Rodrigo Ost Dos Santos saat memberi umpan begitu mudah dipatahkan barisan belakang Barito yang dikomandoi Aaron Michael Evans. "Masih banyak kekurangan yang kami miliki. Tapi saya kira wajar karena ini pre-season. Dan kekurangan itu yang kami butuhkan agar ke depan, terutama di kompetisi tidak terulang kesalahan itu," ujar pelatih kepala Arema FC Joko Susilo.  Untuk selengkapnya silahkan baca di www.malangtimes.com (15-01-2018)  Pewarta : Hendra Saputra  #aremania @aremafans @real_aremania @aremafcofficial @quotesarema  @aremadesign #arema @aremaniaklaten @aremaniadocumentary @aremaniapekanbaru  @aremaniacirebon @aremania.id @aremania_tenggarong @aremaniaTRG  @aremania0541 @aremaniamakassar @aremania_banjarmasin_official #aremafc #beritaarema #singoedan #aremania #ujiciba #aremavsbarito #sponsoraremafc #stadionkanjuruhan #stadiongajayana #jokosusilo  #pialapresiden #hendrasaputra #malangtimes #malangtimesolahraga #jatimtimes
Sikap profesional ditunjukkan Thiago Furtuoso kepada tim pelatih Arema FC untuk mendapat kepercayaan. Meski baru bergabung, penyerang asal Brazil itu berusaha maksimal menjalani latihan.  Setelah menjalani libur kompetisi, Furtuoso memang harus berjuang untuk mengembalikan performa terbaiknya. Apalagi kompetisi Liga 1 semakin dekat. Selain itu, dalam waktu dekat, Arema bakal tampil di Piala Presiden.  Walau levelnya tidak setinggi Liga 1, Piala Presiden punya gengsi tersendiri. Karena itu, semua tim peserta akan ngotot merengkuh trofi Piala Presiden. Tentu Arema pun berharap Furtuoso bisa moncer demi mendukung misi meraih Piala Presiden 2018.  Pelatih Arema FC Joko Susilo secara terang-terangan masih yakin dengan kemampuan Furtuoso. Pasalnya, semenjak striker 30 tahun tersebut berseragam Bhayangkara FC, Joko sangat suka dengan gaya permainannya.  Untuk selengkapnya silahkan baca di www.malangtimes.com (14-01-2018)  Pewarta : Hendra Saputra  #aremafc #beritaarema #singoedan #aremania #pemainbaru #pemainasing #pemainaremafc #thiagofurtuoso #pemainbrazil #strikerbaruarema #jokosusilo #hendrasaputra #malangtimes #malangtimesolahraga #jatimtimes
Jelang uji coba melawan Barito Putera, arsitek Arema FC Joko Susilo sedikit merendah tentang skuat yang dimilikinya saat ini. Hal tersebut untuk menjaga agar pemainnya tidak over-confident saat bermain melawan Samsul Arif dkk.  Dendi Santoso cs akan menghadapi tantangan Barito Putera sebelum turun pada Piala Presiden 2018. Sebuah tantangan yang cukup untuk memberikan pelajaran bagi Singo Edan agar mengetahui seberapa jauh kualitas permainannya hingga saat ini.  Saat melawan PSIS Semarang, Arema FC seakan kaget dengan permainan spartan yang dilakukan Ibrahim Conteh dkk. Namun dengan pengalamannya di kompetisi tertinggi, akhirnya Singo Edan mampu memenangkan laga.  Untuk selengkapnya silahkan baca di www.malangtimes.com (12-01-2018)  Pewarta : Hendra Saputra  #aremafc #beritaarema #singoedan #aremania #pemainbaru #pemainasing #pemainarema #pemainbelakang #ujicobapemain #jokosusilo #psissemarang #baritoputera #samsularif #spartanlawan #hendrasaputra #malangtimes #malangtimesolahraga #jatimtimes
Perkembangan sepak bola Indonesia yang mulai menampakkan hasil cukup bagus mendapat komentar dari pelatih Arema FC Joko Susilo.  Menurut dia, meski mulai menunjukkan peningkatan, profesionalitas sepak bola Merah Putih masih kalah dengan negara lain di kawasan ASEAN (Asia Tenggara). Pada tahun 90-an, Indonesia dikenal sebagai Macan Asia karena saat itu sepak bola Merah Putih seperti tidak ada yang menandingi di Asia Tenggara. Thailand dan Singapura yang sering menyulitkan juga tak mampu membendung kejayaan Indonesia kala itu.  Namun beda halnya dengan sepak bola Indonesia masa kini yang seperti kehilangan ruh sesungguhnya. Baik timnas maupun kompetisinya masih kalah jauh dengan negara lain, seperti Thailand dan Malaysia.  Di Thailand, kini sepak bolanya sungguh sangat bagus. Mulai dari fasilitas stadion timnasnya, stadion tiap klub, ataupun fasilitas pendukung lainnya.  Sementara di Malaysia, tahun ini mereka menobatkan Johor Darul Takzim (JDT) sebagai juara pada kompetisi. Hal tersebut sebenarnya wajar karena JDT memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang sangat mendukung timnya meraih prestasi.  Saat ditanya banyak pemain Indonesia yang pindah ke kompetisi Malaysia atau Thailand, Joko Susilo mengatakan itu adalah keputusan yang bagus. Sebab, pengalamannya akan semakin banyak dan bisa merasakan bagaimana atmosfer sepak bola negara lain.  Untuk selengkapnya silahkan baca di www.malangtimes.com (12-01-2018)  Pewarta : Hendra Saputra  #aremafc #beritaarema #singoedan #aremania #pemainbaru #pemainasing #pemainarema #pemainbelakang #ujicobapemain #jokosusilo #sepakbolaindonesia #timnas #jdt #pemainindonesia  #hendrasaputra #malangtimes #malangtimesolahraga #jatimtimes
Dalam sebuah tim, ujicoba merupakan langkah akhir yang dilakukan tim pelatih dalam mematangkan apa yang sudah diberikan kepada skuatnya.  Awal memasuki persiapan, skuat Singo Edan langsung diberi program fisik untuk pondasi memasuki sebuah kompetisi. Karena berkaca dari musim lalu, fisik para pemain sangat lemah jika memasuki 20 menit menjelang akhir pertandingan.  Setelah menjalani program fisik yang cukup menguras tenaga, para pemain sedikit demi sedikit disentuh dengan teknik untuk mengimbangi agar tidak kehilangan sentuhan bola.  Program akhir, pemain Arema FC diberikan sedikit strategi untuk mengenalkan karakter bermain kepada pemain. Maklum, skuat besutan Joko Susilo ini mayoritas adalah pemain baru.  Namun ia juga ingin menunjukkan kepada pecinta sepak bola Malang Raya maupun seluruh Indonesia bahwa kini Singo Edan memiliki ciri khas sendiri.  Meski begitu ia juga mengharap dukungan dari Aremania untuk awal meningkatkan mental para pemain. Karena jika dari awal sudah mendapat cibiran, Joko Susilo khawatir akan membahayakan timnya.  Untuk selengkapnya silahkan baca di www.malangtimes.com (12-01-2018)  Pewarta : Hendra Saputra  #aremafc #beritaarema #singoedan #aremania #pemainbaru #pemainasing #pemainarema #pemainbelakang #ujicobapemain #jokosusilo  #hendrasaputra #malangtimes #malangtimesolahraga #jatimtimes
MENANG ATAS BARITO PUTERA, INI EVALUASI AREMA . . Hasil kemenangan Arema FC atas penantangnya Barito Putera 2-0, tampaknya belum bisa membuat pelatih Joko Susilo tersenyum puas. Mantan penyerang Arema tersebut menyatakan masih banyak evaluasi yang harus ia perbaiki sebelum klubnya nanti benar – benar berkompetisi.  Menurut Gethuk, sapaan akrab Joko Susilo, ia memang sangat mengapresiasi kinerja anak didiknya, hingga mampu membawa kemenangan atas tamunya Barito Putera di Stadion Gajayana kali ini. Hanya saja menurutnya banyak hal yang harus dievaluasi, hingga bisa membuat penampilan Arema lebih maksimal. . . “Yang utama adalah fisik. Para pemain kami belum mencapai peak performance untuk fisiknya. Karena itu kami sedikit belum panas di babak pertama. Baru di babak kedua, para pemain dapat fellin game nya sehingga bisa bermain lebih efektif khususnya dalam menyerang,” kata Gethuk seusai laga ujicoba yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton tersebut.  Terkait dengan kerjasama antar pemain, pelatih asal Cepu tersebut juga masih memberikan perhatian. Menurut Gethuk, dengan banyaknya pemain baru di timnya, memang perlu waktu untuk bisa menjalin kerja sama dan pengertian yang baik diantara para pemain. . . “Kerjasama antar pemain, antar lini juga perlu ditingkatkan. Wajar memang karena tim ini nyaris separuhnya pemain baru. Namun saya lihat juga ada progres bagus dari lawan PSIS pertama sampai sekarang,” imbuh Gethuk.  Evaluasi ketiga menurut Gethuk terdapat pada dua penyerang baru. “Catatan untuk Rivaldi (Bawuo) dan Thiago (Furtuoso), memang mereka belum maksimal di laga kali ini. Tapi wajar ya karena ini laga debut mereka. Jika melihat kontribusi keduanya kali ini, saya yakin dalam waktu yang ada kemampuan dan juga koordinasi mereka akan lebih baik, dan akan memberikan kontribusi maksimal bagi Arema,” pungkas pelatih berusia 47 tahun ini. (Striker.id) . . SALAM 1 JIWA #aremafc #aremania #aremanita #kotamalang #bhumiarema #malang #friendlymatch #singoedan
MENANG ATAS BARITO PUTERA, INI EVALUASI AREMA . . Hasil kemenangan Arema FC atas penantangnya Barito Putera 2-0, tampaknya belum bisa membuat pelatih Joko Susilo tersenyum puas. Mantan penyerang Arema tersebut menyatakan masih banyak evaluasi yang harus ia perbaiki sebelum klubnya nanti benar – benar berkompetisi.  Menurut Gethuk, sapaan akrab Joko Susilo, ia memang sangat mengapresiasi kinerja anak didiknya, hingga mampu membawa kemenangan atas tamunya Barito Putera di Stadion Gajayana kali ini. Hanya saja menurutnya banyak hal yang harus dievaluasi, hingga bisa membuat penampilan Arema lebih maksimal. . . “Yang utama adalah fisik. Para pemain kami belum mencapai peak performance untuk fisiknya. Karena itu kami sedikit belum panas di babak pertama. Baru di babak kedua, para pemain dapat fellin game nya sehingga bisa bermain lebih efektif khususnya dalam menyerang,” kata Gethuk seusai laga ujicoba yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton tersebut.  Terkait dengan kerjasama antar pemain, pelatih asal Cepu tersebut juga masih memberikan perhatian. Menurut Gethuk, dengan banyaknya pemain baru di timnya, memang perlu waktu untuk bisa menjalin kerja sama dan pengertian yang baik diantara para pemain. . . “Kerjasama antar pemain, antar lini juga perlu ditingkatkan. Wajar memang karena tim ini nyaris separuhnya pemain baru. Namun saya lihat juga ada progres bagus dari lawan PSIS pertama sampai sekarang,” imbuh Gethuk.  Evaluasi ketiga menurut Gethuk terdapat pada dua penyerang baru. “Catatan untuk Rivaldi (Bawuo) dan Thiago (Furtuoso), memang mereka belum maksimal di laga kali ini. Tapi wajar ya karena ini laga debut mereka. Jika melihat kontribusi keduanya kali ini, saya yakin dalam waktu yang ada kemampuan dan juga koordinasi mereka akan lebih baik, dan akan memberikan kontribusi maksimal bagi Arema,” pungkas pelatih berusia 47 tahun ini. (Strikerid/📷: @aremainside ) . . SALAM 1 JIWA
MENANG ATAS BARITO PUTERA, INI EVALUASI AREMA . . Hasil kemenangan Arema FC atas penantangnya Barito Putera 2-0, tampaknya belum bisa membuat pelatih Joko Susilo tersenyum puas. Mantan penyerang Arema tersebut menyatakan masih banyak evaluasi yang harus ia perbaiki sebelum klubnya nanti benar – benar berkompetisi.  Menurut Gethuk, sapaan akrab Joko Susilo, ia memang sangat mengapresiasi kinerja anak didiknya, hingga mampu membawa kemenangan atas tamunya Barito Putera di Stadion Gajayana kali ini. Hanya saja menurutnya banyak hal yang harus dievaluasi, hingga bisa membuat penampilan Arema lebih maksimal. . . “Yang utama adalah fisik. Para pemain kami belum mencapai peak performance untuk fisiknya. Karena itu kami sedikit belum panas di babak pertama. Baru di babak kedua, para pemain dapat fellin game nya sehingga bisa bermain lebih efektif khususnya dalam menyerang,” kata Gethuk seusai laga ujicoba yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton tersebut.  Terkait dengan kerjasama antar pemain, pelatih asal Cepu tersebut juga masih memberikan perhatian. Menurut Gethuk, dengan banyaknya pemain baru di timnya, memang perlu waktu untuk bisa menjalin kerja sama dan pengertian yang baik diantara para pemain. . . “Kerjasama antar pemain, antar lini juga perlu ditingkatkan. Wajar memang karena tim ini nyaris separuhnya pemain baru. Namun saya lihat juga ada progres bagus dari lawan PSIS pertama sampai sekarang,” imbuh Gethuk.  Evaluasi ketiga menurut Gethuk terdapat pada dua penyerang baru. “Catatan untuk Rivaldi (Bawuo) dan Thiago (Furtuoso), memang mereka belum maksimal di laga kali ini. Tapi wajar ya karena ini laga debut mereka. Jika melihat kontribusi keduanya kali ini, saya yakin dalam waktu yang ada kemampuan dan juga koordinasi mereka akan lebih baik, dan akan memberikan kontribusi maksimal bagi Arema,” pungkas pelatih berusia 47 tahun ini. (Strikerid/📷: @aremainside ) . . SALAM 1 JIWA #aremafc #aremania #aremanita #kotamalang #bhumiarema #malang
MENANG ATAS BARITO PUTERA, INI EVALUASI AREMA . . Hasil kemenangan Arema FC atas penantangnya Barito Putera 2-0, tampaknya belum bisa membuat pelatih Joko Susilo tersenyum puas. Mantan penyerang Arema tersebut menyatakan masih banyak evaluasi yang harus ia perbaiki sebelum klubnya nanti benar – benar berkompetisi.  Menurut Gethuk, sapaan akrab Joko Susilo, ia memang sangat mengapresiasi kinerja anak didiknya, hingga mampu membawa kemenangan atas tamunya Barito Putera di Stadion Gajayana kali ini. Hanya saja menurutnya banyak hal yang harus dievaluasi, hingga bisa membuat penampilan Arema lebih maksimal. . . “Yang utama adalah fisik. Para pemain kami belum mencapai peak performance untuk fisiknya. Karena itu kami sedikit belum panas di babak pertama. Baru di babak kedua, para pemain dapat fellin game nya sehingga bisa bermain lebih efektif khususnya dalam menyerang,” kata Gethuk seusai laga ujicoba yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton tersebut.  Terkait dengan kerjasama antar pemain, pelatih asal Cepu tersebut juga masih memberikan perhatian. Menurut Gethuk, dengan banyaknya pemain baru di timnya, memang perlu waktu untuk bisa menjalin kerja sama dan pengertian yang baik diantara para pemain. . . “Kerjasama antar pemain, antar lini juga perlu ditingkatkan. Wajar memang karena tim ini nyaris separuhnya pemain baru. Namun saya lihat juga ada progres bagus dari lawan PSIS pertama sampai sekarang,” imbuh Gethuk.  Evaluasi ketiga menurut Gethuk terdapat pada dua penyerang baru. “Catatan untuk Rivaldi (Bawuo) dan Thiago (Furtuoso), memang mereka belum maksimal di laga kali ini. Tapi wajar ya karena ini laga debut mereka. Jika melihat kontribusi keduanya kali ini, saya yakin dalam waktu yang ada kemampuan dan juga koordinasi mereka akan lebih baik, dan akan memberikan kontribusi maksimal bagi Arema,” pungkas pelatih berusia 47 tahun ini. (Strikerid/📷: @aremainside ) . . SALAM 1 JIWA #aremafc #aremania #aremanita #kotamalang #bhumiarema #malang
MENANG ATAS BARITO PUTERA, INI EVALUASI AREMA . . Hasil kemenangan Arema FC atas penantangnya Barito Putera 2-0, tampaknya belum bisa membuat pelatih Joko Susilo tersenyum puas. Mantan penyerang Arema tersebut menyatakan masih banyak evaluasi yang harus ia perbaiki sebelum klubnya nanti benar – benar berkompetisi.  Menurut Gethuk, sapaan akrab Joko Susilo, ia memang sangat mengapresiasi kinerja anak didiknya, hingga mampu membawa kemenangan atas tamunya Barito Putera di Stadion Gajayana kali ini. Hanya saja menurutnya banyak hal yang harus dievaluasi, hingga bisa membuat penampilan Arema lebih maksimal. . . “Yang utama adalah fisik. Para pemain kami belum mencapai peak performance untuk fisiknya. Karena itu kami sedikit belum panas di babak pertama. Baru di babak kedua, para pemain dapat fellin game nya sehingga bisa bermain lebih efektif khususnya dalam menyerang,” kata Gethuk seusai laga ujicoba yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton tersebut.  Terkait dengan kerjasama antar pemain, pelatih asal Cepu tersebut juga masih memberikan perhatian. Menurut Gethuk, dengan banyaknya pemain baru di timnya, memang perlu waktu untuk bisa menjalin kerja sama dan pengertian yang baik diantara para pemain. . . “Kerjasama antar pemain, antar lini juga perlu ditingkatkan. Wajar memang karena tim ini nyaris separuhnya pemain baru. Namun saya lihat juga ada progres bagus dari lawan PSIS pertama sampai sekarang,” imbuh Gethuk.  Evaluasi ketiga menurut Gethuk terdapat pada dua penyerang baru. “Catatan untuk Rivaldi (Bawuo) dan Thiago (Furtuoso), memang mereka belum maksimal di laga kali ini. Tapi wajar ya karena ini laga debut mereka. Jika melihat kontribusi keduanya kali ini, saya yakin dalam waktu yang ada kemampuan dan juga koordinasi mereka akan lebih baik, dan akan memberikan kontribusi maksimal bagi Arema,” pungkas pelatih berusia 47 tahun ini. (Strikerid/📷: @aremainside ) . . SALAM 1 JIWA #aremafc #aremania #aremanita #kotamalang #bhumiarema #malang
MENGENANG 1 TAHUN KEPERGIAN SANG LEGENDA, INI KOMENTAR GETHUK DAN BEGAL  Hari Rabu, 10 Januari 2018  lalu, tepat satu tahun berpulangnya penjaga gawang #aremafc, #achmadkurniawan. Kepergiannya membuat banyak pihak terkejut, termasuk #jokosusilo. Hingga kini, pelatih dengan sapaan akrab #gethuk itu tidak bisa melupakan sosok #ak tersebut. . . "Kalau ingat AK, saya langsung ingat satu hal. Tentang loyalitasnya. Loyal itu AK. Saya kagum dengan kesetiaannya di Arema," papar Gethuk.  Selama di #arema, AK diakui tidak pernah rewel mengenai kontrak. Bahkan, tidak jarang dia tidak mengetahui nominal kontraknya, karena pemain yang meninggal di usia 37 tahun itu menyerahkan pada manajemen. . . "Ia tidak rewel masalah kontrak. Bahkan saat tanda tangan kontrak, ia tidak tahu berapa nominal kontraknya," tambah dia.  Lebih lanjut, pelatih 47 tahun itu mengakui memiliki satu momen bersama Ahmad Kurniawan yang tidak bisa dilupakan. Momen tersebut adalah saat turnamen Menpora Cup beberapa tahun lalu. . . "Saat itu saya yang pegang tim lantaran Coach Rahmad Darmawan tengah ke timnas. Dia  tampil bagus sepanjang laga saat menghadapi Central Coast Mariners. Hasilnya kami bisa menang dan meraih gelar," tambahnya.  Sementara itu, di Kantor Arema FC di Jalan Kertanegara, Kamis malam menggelar tahlil dan pembacaan surat Yasin untuk mengirimkan doa bagi almarhum AK. Hadir dalam acara tersebut selain manajemen juga pelatih kiper #yanuarhermansyah. Dia menilai almarhum sebagai sosok yang tak tergantikan. . . "Ia merupakan sosok yang tak tergantikan. Ia adalah sosok legenda. Tak hanya bagi Arema, tapi juga bagi sepakbola Indonesia," ujar Begal.  Menurut #begal, sebagai pemain, AK merupakan sosok penjaga gawang mumpuni. Pria yang meninggal pada usia 37 tahun tersebut memiliki kelebihan dalam membaca permainan. . . "Pengalamannya membuat AK jitu dalam mengambil keputusan. Bahkan, Kurnia Meiga (penjaga gawang Arema FC dan Timnas Indonesia, yang juga adik almarhum, red) juga mengakui bahwa
MENGENANG 1 TAHUN KEPERGIAN SANG LEGENDA, INI KOMENTAR GETHUK DAN BEGAL  Hari Rabu, 10 Januari 2018  lalu, tepat satu tahun berpulangnya penjaga gawang #aremafc, #achmadkurniawan. Kepergiannya membuat banyak pihak terkejut, termasuk #jokosusilo. Hingga kini, pelatih dengan sapaan akrab #gethuk itu tidak bisa melupakan sosok #ak tersebut. . . "Kalau ingat AK, saya langsung ingat satu hal. Tentang loyalitasnya. Loyal itu AK. Saya kagum dengan kesetiaannya di Arema," papar Gethuk.  Selama di #arema, AK diakui tidak pernah rewel mengenai kontrak. Bahkan, tidak jarang dia tidak mengetahui nominal kontraknya, karena pemain yang meninggal di usia 37 tahun itu menyerahkan pada manajemen. . . "Ia tidak rewel masalah kontrak. Bahkan saat tanda tangan kontrak, ia tidak tahu berapa nominal kontraknya," tambah dia.  Lebih lanjut, pelatih 47 tahun itu mengakui memiliki satu momen bersama Ahmad Kurniawan yang tidak bisa dilupakan. Momen tersebut adalah saat turnamen Menpora Cup beberapa tahun lalu. . . "Saat itu saya yang pegang tim lantaran Coach Rahmad Darmawan tengah ke timnas. Dia  tampil bagus sepanjang laga saat menghadapi Central Coast Mariners. Hasilnya kami bisa menang dan meraih gelar," tambahnya.  Sementara itu, di Kantor Arema FC di Jalan Kertanegara, Kamis malam menggelar tahlil dan pembacaan surat Yasin untuk mengirimkan doa bagi almarhum AK. Hadir dalam acara tersebut selain manajemen juga pelatih kiper #yanuarhermansyah. Dia menilai almarhum sebagai sosok yang tak tergantikan. . . "Ia merupakan sosok yang tak tergantikan. Ia adalah sosok legenda. Tak hanya bagi Arema, tapi juga bagi sepakbola Indonesia," ujar Begal.  Menurut #begal, sebagai pemain, AK merupakan sosok penjaga gawang mumpuni. Pria yang meninggal pada usia 37 tahun tersebut memiliki kelebihan dalam membaca permainan. . . "Pengalamannya membuat AK jitu dalam mengambil keputusan. Bahkan, Kurnia Meiga (penjaga gawang Arema FC dan Timnas Indonesia, yang juga adik almarhum, red) juga mengakui bahwa
JALANI UJI COBA LAGI, AREMA SIAP LAWAN BARITO PUTERA  Program uji coba AremaFC berlanjut. Setelah dua kali melawan PSIS Semarang, akhir pekan ini mereka akan dapat lawan yang lebih berat, yaitu Barito Putera, pada Minggu (14/1/2018) di Stadion Gajayana, Malang. . . "Akhir pekan ini dipastikan melawan Barito Putera. Kemarin antarmanajemen sudah melakukan komunikasi. Kebetulan Barito sedang menjalani pemusatan latihan di Batu," kata Media Officer Arema, Sudarmaji.  Sebelumnya, Arema sempat menjajaki lawan dari klub Malaysia. Tetapi, karena Piala Presiden tinggal dua pekan lagi, Arema memutuskan untuk memilih lawan yang siap, yaitu Barito Putera.  Arema mematok kemenangan pada uji coba kali ini karena jika sampai imbang atau kalah, Aremania bisa bergejolak kembali mengingat saat ini tim Singo Edan mulai percaya diri setelah dua kali mengalahkan PSIS di Malang dan Magelang. . . "Kami siap melawan Barito. Mereka tim bagus karena ada beberapa pemain tambahan seperti Samsul Arif, Patrick da Silva, dan yang lainnya," kata Joko 'Getuk' Susilo, pelatih Arema.  Keberadaan Samsul Arif memang jadi daya tarik dalam uji coba ini karena dia sempat jadi idola Aremania musim 2014 dan 2015. Kini penyerang 32 tahun itu mencoba peruntungan di klub pertamanya di luar Jawa.  Duet Samsul, Patrick da Silva, juga sosok penyerang tangguh. Keberadaan mereka di lini depan Barito Putera akan jadi ujian tersendiri bagi lini belakang Arema.  Kebetulan saat main di Malang melawan PSIS, lini belakang Arema kebobolan tiga gol. Hal ini jadi pelajaran berharga untuk lini belakang Arema.  Getuk diprediksi akan menurunkan skuat terbaik di lini belakang karena kondisi fisik Arthur Cunha terus membaik setelah baru mengikuti latihan akhir Desember 2017.  Saat pertandingan melawan PSIS, Arthur hanya dijadikan cadangan. Baru saat Arema menerima banyak serangan, mantan bek Mitra Kukar ini diturunkan. (Credit Bolacom / 📷 @Aremafcofficial)  SALAM 1 JIWA  #singoedan #aremanita #newsarema #jokosusilo

Loading